TAK INGIN BERCERAI
cicitnya.
Pasti hanya akting. Supaya suamiku luluh hatinya.
“Kamu yakin, Dill?” tanya suamiku. Aku tersenyum miring, ada tanda-tanda kemenanganku kali ini.
Dilla hanya mengangguk lemah.
“Ya udah, kamu sebaiknya pulang dan istirahat saja. Tak usah ikut kita kesana kemari, apalagi tadi kamu basah semua. Sebaiknya ganti baju dulu!” kata mas Galih.