Hey, Danish!
Setelah itu yang terdengar hanya suara adu mulut antara ayah dan ibu mereka, yang tidak terekam jelas dalam ingatannya.
“Bengkak, Ma,” kata Dinara sambil memegangi pipi sang adik yang berukuran lebih besar dari biasanya. “Sakit ya, Dek?”
Danish kecil mengangguk, rahangnya sakit dipakai bicara.
“Adek yang salah, tadi Bapak bilang, kan? Kalau magrib pulang, semua orang pulang ke rumah, kenapa Adek masih keliaran di luar?”
Hot Chapters