Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku
Udara malam terasa dingin menusuk kulit, kontras dengan panas emosi yang mulai membakar.
"E, aku minum dikit, Mas… maaf tadi itu… e, nanti aku jelasin. Janji… ini… temenku, boleh ya nginep di sini… dia nggak bisa pulang kalau keadaannya kayak gini. Suaminya pasti marah…" kata Dinda, matanya tak berani menatapku langsung. Pandangannya berkelana ke segala arah, ke tanah, ke mobil, ke ke mana saja kecuali ke mataku. Ada rasa bersalah yang jelas terpancar dari gerak-geriknya yang gelisah.