DENDAM
"Ngapain kamu mas ...."
Aku terlonjak, rasanya jantungku mau melompat dari tempatnya.
"Aa .... Alia," lirihku, dadaku berdebar hebat, jantungku berpacu kuat.
Aku yang sedari tadi duduk di depan laci, berbalik badan menatapnya.
Alia, ia menatap dingin ke arahku, lalu kemudian masuk, dan mengunci pintu dari dalam.