PERNIKAHAN YANG TERNODA
"Usia saya kan sudah tak muda lagi. Sedang Mas Yudis baru kali ini akan berumah tangga. Nah, kalau nantinya ternyata saya sudah tidak diberi kepercayaan lagi untuk mendapatkan buah hati bagaimana?"
Mas Yudis menatapku. Tak ada sorot keraguan di mata itu. "Kalau pendapat pribadi saya, masalah itu bukan ranah kita. Anak adalah rezeki, dan itu hak prerogatif Allah. Yang kita bisa hanyalah berusaha dan berdoa. Kalau Allah berkehendak, tak ada yang tak mungkin, seperti halnya yang terjadi pada istri Nabi Ibrahim," jelas Mas Yudis.
Aku hanya mengangguk kemudian kembali menunduk. Dalam hati berdoa agar selamanya Mas Yudis tidak berubah.