Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku
Matanya tak lepas dari wajah anak gadisnya itu.
"Aku sudah berusaha, sudah berdoa, tapi tidak ada satu centi pun kemajuan darinya. Lalu, aku harus gimana lagi, Num?"
Aku memalingkan wajah saat pandangan mata itu menoleh ke arahku.
Tidak ada jawaban yang aku berikan. Sesungguhnya, aku pun memiliki pikiran yang sama, tapi tidak tega juga harus mengatakannya di depan wajah Cahaya.
Aku selalu meminta Tuhan untuk memberikan mukjizat dan keajaibannya pada anak itu. Jikapun tidak ada, aku meminta dimudahkan dalam membongkar kebusukan Mawar di depan semua orang.