Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Obsesi Cinta Pemain Wanita

Obsesi Cinta Pemain Wanita

“Aku hanya … merasa kecewa padanya.” “Kecewa itu wajar karena kita berharap. Kita pasti selalu mengharapkan sesuatu pada orang lain, khususnya orang terdekat kita atau orang yang paling kita sayang. Jadi, aku harap kamu mulai belajar memanusiakan ekspektasi. Tidak semua orang tahu apa yang kamu harapkan jika tidak mengatakannya pada mereka apa yang kamu inginkan. Dan hasilnya pun, tidak semua orang memiliki tanggung jawab untuk memenuhi harapanmu. Kita hidup dengan tanggung jawab kebahagiaan masing-masing.” Mayja mengusap puncak kepala Senja. “Sangat wajar kamu berharap karena kamu menyayangi kakakmu. Makanya kamu jadi lebih mudah sensitif terhadap mereka.”
103.8K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as don't expect
Read
+Library
Bukan Pernikahan Biasa

Bukan Pernikahan Biasa

Tak perlu mengingatkan tentang kata frustasi. Next ....
10401.6K viewsCompletedAdded to Library 14.5K Times as don't expect
Show Reviews (92)
Read
+Library
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Endah Ariyani
kak Lis, kalau boleh tahu asli darimana yaa? Blitar kah? Jatuh cinta nta sama karya kakak Bukan Pernikahan Biasa, bener bener bagus...... ga ada rencana buat season 2 kak? aku baca maraton, sampai beberapa kali top up...
Read All Reviews
Jangan Menolakku

Jangan Menolakku

"Nggak ada, aku sehat sehat saja." Nilla hanya menyerucutkan bibirnya hingga berbentuk huruf o, dengan pandangan alis yang sengaja ia angkat ke atas. "Mudah mudahan hamil." "La ...." "Kenapa sih, Ra. Masak iya kamu mau aku doain jelek kan, nggak boleh." Akhirnya Nilla yang kesal karena sikap Rara yang seolah tak mau hamil. "Aku hanya belum siap saja, La. Aku masih ...."
104.8K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as don't expect
Read
+Library
Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian

Bersambung . Jangan lupa subscribe kasih gems nya, terima kasih....
103.6K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as don't expect
Read
+Library
Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian

"Aku tidak mau memberimu harapan kosong. Karena itulah aku tidak ingin kamu ada di sini menemaniku. Mengertilah, Gilang. Jangan buat keadaan menjadi semakin sulit buatku." "Baiklah, aku akan menjauh untuk sementara waktu. Tapi aku tidak akan benar-benar pergi meninggalkanmu. Aku tetap akan menunggu sampai kamu siap untuk menerima cintaku kembali. Atau sampai ada seseorang yang memilikimu, Fara." "Jangan buang waktumu untukku. Kamu akan menyesal nanti." "Aku akan lebih menyesal jika tidak memperjuangkan cintaku padamu. Aku tidak akan mundur sampai aku benar-benar kalah."
1016.5K viewsCompletedAdded to Library 510 Times as don't expect
Read
+Library
Tentang Harapan

Tentang Harapan

Benar-benar terkejut melihat tubuhnya yang penuh ruam. Jihan menyalakan shower, lalu tubuhnya beringsut jatuh ke lantai dengan isak tangis yang menjadi. Hancur, itulah yang dirasakannya. Ulang tahun yang diharapkannya sedikit mendapatkan kebahagiaan sudah buyar tak beraturan karena tak sesuai dengan keinginannya. Terkadang realita dan ekspektasi memang selalu mengkhianati.
3.9K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as don't expect
Read
+Library
Misunderstanding

Misunderstanding

“Enggak aneh, sih. Cuma, aku enggak mau dianter-jemput segala. Kita bisa tetap ke sekolah kayak biasanya.” “Kamu enggak lupa, kan, kalau aku enggak terima penolakan?” Ara mencebik dan melanjutkan perjalanan tanpa protes. Bagaimanapun, menjadi pacar Saga adalah satu hal yang tidak pernah dia sangka akan terjadi. 🤍🤍🤍
103.0K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as don't expect
Read
+Library
Menantu yang Tak Diharapkan

Menantu yang Tak Diharapkan

Udara terasa berbeda —lebih ringan, seolah jarak fisik perlahan menjauhkan mereka dari tekanan yang tak terlihat. “Beberapa hari,” ulang Arga. “Itu rencana, atau harapan?” Aluna terdiam sejenak. Lalu menjawab jujur, “Harapan.” Jawaban itu membuat Arga mengeratkan setir lagi. Harapan selalu lebih berbahaya daripada rencana. Karena harapan mudah digagalkan. “Kalau mereka menelpon?” tanyanya. “Aku akan jawab,” kata Aluna. “Seperlunya.”
1.2K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as don't expect
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status