Dinikahi Putra Kiai
Suara itu terdengar lantang tapi tetap lembut, dan itu suara Umi.
“Enggeh, Mi.” Sontak Aji berdiri menghadap Umi, dari kita kecil memang sama-sama tidak bisa untuk tidak segera menghadap jika Umi sudah memanggil.
“Sebentar ya, Mas, tadi aku datang dari Jombang memang langsung mencarimu, sebab aku panggil Umi tidak ada.” Aku tersenyum mengiyakan. “Kita lanjut nanti malam ceritanya ya, Mas, terima kasih kejutannya, Mas Ans.” Aji pergi dengan senyum lebar di pipinya.
Hot Chapters