KEBANGKITAN PUTERA JAYANTARA
Ia sering bermimpi aneh: melihat bangunan megah dengan atap emas, suara orang-orang berbicara dalam bahasa yang tidak ia mengerti, dan bayangan seekor burung putih besar yang terbang tinggi di atas awan.
“Jaya, jangan terlalu jauh masuk ke hutan!” teriak Sari suatu pagi saat anak itu hendak berjalan menuju belukar. “Di sana banyak hewan buas.”
“Baik, Ibu!” jawab Jaya sambil tersenyum. Ia hanya ingin mengumpulkan buah-buahan liar dan memeriksa perangkap ikan yang dipasang ayahnya di sungai kecil. Ia merasa aman di hutan; seolah alam itu sendiri menyambut kehadirannya. Burung-burung tidak terbang ketakutan saat ia mendekat, dan hewan-hewan kecil seperti kelinci atau rusa sering kali berhenti m