Dongeng tentang kambing ternyata punya banyak versi yang tersebar di berbagai budaya, dan aku selalu terpesona bagaimana cerita sederhana ini bisa diadaptasi dengan nuansa lokal. Di Eropa, ada 'The Three Billy Goats Gruff' dari Norwegia yang terkenal dengan troll di bawah jembatan. Sementara di Afrika, cerita kambing sering dikaitkan dengan kecerdikannya mengalahkan predator seperti singa atau hyena. Asia juga punya versinya sendiri, seperti di India dengan kambing yang menjadi simbol kesuburan. Yang menarik, setiap versi punya pesan moral berbeda—mulai dari kerja sama, kecerdikan, hingga kehati-hatian.
Aku pernah membaca penelitian folkloris yang memperkirakan ada lebih dari 20 versi cerita kambing di seluruh dunia, tergantung bagaimana kita mengklasifikasikan 'varian'. Beberapa hanya beda detail, seperti jenis antagonisnya (serigala, rubah, atau bahkan manusia), tapi alur intinya serupa: kambing sebagai underdog yang menang karena akal. Lucunya, bahkan di Amerika Latin ada legenda seperti 'La Cabra Montes' yang lebih mirip mitos horor. Ini membuktikan betapa fleksibelnya dongeng sebagai medium budaya.