Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Gunung Tiga Maut

Pendekar Gunung Tiga Maut

Kumbra menendang kaki Soga keras-keras. Sontak Soga bangun. “Kenapa? Ada apa?” tanya Soga kebingungan, matanya mengerjap-ngerjap. “Sudah siang, Kambing!” kata Kumbra lagi setengah suaranya meninggi. Akhirnya Soga bangun. Danu yang mendengar suara tinggi Kumbra langsung terbangun, lalu menyentuh lengan Permata perlahan, membangunkannya.
1025.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 926 kali sebagai dongeng kambing
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Kam Pret
Danu, lanjutkan perjalananmu sampai kau benar-benar menemukan Diana. Semoga kisahmu menjadi teladan untuk pemimpin-pemimpin yang tengah bejat. Amin. Permata, nanti jika kamu mendapatkan sebuah pilihan, yaitu meninggalkan Danu atau Diana, aku yakin kamu tidak akan memmilih keduanya. Kamu hebat.
Baca Semua Ulasan
Alexa (Jamilah Binti Surip)

Alexa (Jamilah Binti Surip)

Sepertinya Pak Dadang masih kaget. "Non Lexa, itu bukan sapi-sapi kecil. Tapi kambing, Non." Kali ini perhatian Pak Hamid tercurah pada Alexa. Majikan kecilnya itu tampak terpesona pada gerombolan kambing yang melintas di jalan.
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 712 kali sebagai dongeng kambing
Baca
+Pustaka
Dokter Jenius Milik CEO Arogan

Dokter Jenius Milik CEO Arogan

Permintaannya terasa seperti dia murni memang ingin mendengarkan cerita darinya. Jadi tanpa berpikir panjang lagi Amber langsung menceritakan kepadanya sebuah cerita melalui pesan suara. Itu adalah sedikit cerita tentang seekor domba dan teman-temannya. Setelah anak domba itu menghadapi bahaya, teman-temannya yang biasa melarikan diri dan hanya seekor anjing kecil yang datang membantunya. Setelah itu, teman-teman yang melarikan diri menyalahkan domba tersebut karena tidak memberi tahu mereka kalau dia dalam bahaya dan baru kemudian anjing kecil itu pergi diam-diam.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai dongeng kambing
Baca
+Pustaka
Terjebak di Negeri Dongeng

Terjebak di Negeri Dongeng

Kami segera melompat turun dari kuda, ketika sudah masuk di area Padhepokan. "Biyung, aku datang," pekik Kangmasku girang seraya mengikat kuda kami. "Kangmas, jangan teriak-teriak begitu," aku menepuk bahunya yang sedang mengikat kuda. Dia hanya nyengir menanggapi protesku.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai dongeng kambing
Baca
+Pustaka
LOVE: Nirvana & Hell

LOVE: Nirvana & Hell

Sambil duduk di dahan pohon persik, Feng Qian menonton semuanya. Dari cermin Miao Shan itu terlihat si kucing belang tiga tengah duduk bermalas-malasan di tepi sungai. Menatap dirinya dalam cermin, dan meratapi nasibnya. Kemudian ada seekor anak domba yang lepas dari pengawasan orang tuanya, dan hampir terpeleset di sungai. Kucing itu segera menolongnya dengan memeluk kaki belakang si anak domba, menariknya dari pinggir sungai dengan sekuat tenaga. Dirinya bukan lagi harimau yang punya wujud pria bertubuh kekar dan menakutkan. Ternyata tenaganya ikut menciut, seiring mengecilnya tubuh ini dalam wujud seekor kucing. Anak domba itu pun selamat. Tiba-tiba salah satu batu hitam pada kalungnya hi
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai dongeng kambing
Baca
+Pustaka
Binti Raharjo

Binti Raharjo

“Iya, tapi kan tentunya yang dipilih hewan dong …” “Waduh!” “Tenang saja, ketek tidak masuk hitungan tumbal kok. Anakmu dirasuki khodam ketek.” "Iya, Mbah." “Hewan yang biasanya diminta adalah ayam, bebek atau kambing. Tapi yang jenisnya aneh supaya nyarinya susah. Misalnya, kambing jantan yang berkacamata putih dan punggungnya ada salib hitam. Susah kan nyarinya?”
102.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai dongeng kambing
Baca
+Pustaka
Suamiku Tidak Memiliki Gaji

Suamiku Tidak Memiliki Gaji

Embeekkkk Embeekkkk Karena terlalu memikirkan Si Semok, aku sampai tidak sadar dengan kambing yang ku tuntun tadi, kambing itu naik keatas sofa, menjelajahi seluruh ruangan yang ada dirumah bahkan sampai masuk ke kamar mandi Kotoran kambing memenuhi sofa dan berserakan hampir di seluruh ruangan Bagaimana ini, aromanya sangat menyengat sampai aku ingin mengeluarkan semua isi perutku "Toni, tolong tangkap kambingnya cepat!" teriakku pada Toni "Tangkap aja sendiri!" Toni tidak peduli sama sekali, dia malah membuka kulkas dan mengambil air minum "Mama. . . takut!" Bella keluar dari kamar karena kambing masuk kedalam kamarnya Meskipun rumah ini tidak terlalu luas tapi aku sangat kesulitan menangk
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai dongeng kambing
Baca
+Pustaka
ANILA - Kutukan Angin

ANILA - Kutukan Angin

Anila bersungut-sungut. Seekor kambing dengan tinggi sekitar 180 sentimeter datang. Kambing itu memiliki bahu yang tinggi. Bulunya berwarna cokelat muda dan hitam. Bulunya tumbuh tipis di musim panas tetapi menebal di musim dingin. Bulu kaki yang lebih pendek berwarna hitam dan putih.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai dongeng kambing
Baca
+Pustaka
Katanya, Aku Pelit

Katanya, Aku Pelit

sungutnya. "No pic, hoax." "Hoax nenekmu perawan! Liat, noh!" Si kakek menunjuk arah samping. Kepalaku mengikuti. Tampak beberapa ekor kambing sedang telentang. Kakinya menghadap ke atas, lidahnya terjulur, dan kepalanya miring. "Kok bisa?" tanyaku tak percaya dengan apa yang kulihat. "Kok bisa, ndasmu! Ya, bisa, lah! Suara jelek gitu, sok teriak."
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai dongeng kambing
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Jadi, dia tidak bisa melihat dan mendengar Kuntilanak. “Alhamdulillah.” Mulut saya tiba-tiba berkata demikian ketika melihat kambing mbah Kyai berada di bawah pohon asem itu. “Nah, kambing bisa kalian bawa pulang.” Kata kakek tua. Saya segera maju melangkah menuju kambing itu. Kambing diam saja, tidak mengeluarkan suara, atua bergerak. Saya menjadi was-was sendiri. Jangan-jangan, itu adalah kambing jadi-jadian.
8.99.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai dongeng kambing
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status