Under His Darkness
Tanpa perlu perintah, pintu besi itu terbuka lebar, seperti gerbang gelap yang menelan cahaya, membawa Damian masuk lebih dalam, ke ruang yang tak tersentuh siapa-siapa.
Begitu masuk, dia tak berhenti di sana. Langkahnya masih berlanjut ke arah pintu berlapis. Begitu pintu rahasia terbuka, tampaklah sebuah tangga sempit menurun ke bawah. Lampu neon pucat berganti dengan cahaya kuning redup. Musik dari lantai atas perlahan sirna, tergantikan keheningan yang lebih padat, lebih berat, seakan udara berubah menjadi jerat.
Lorong itu berakhir pada pintu bercat hitam. Sekali lagi, pemeriksaan dilakukan. Bukan dengan kartu, bukan dengan kata, melainkan dengan wajah Damian sendiri.
Bab Populer