Mencintai Pewaris Tampan
Kuaktifkan ponselku, setelah tadi kuisi daya.
Kubuka sebuah aplikasi di mana kita bisa bernyanyi walau suaraku tak sebagus artis, tapi ya, lumayanlah! Untuk menghibur hati dan membunuh rasa bosan seorang diri.
"Ah, aku mulai merindukan para bapak yang meronda, meski kerap kali ngutang rokok dan ga mau rugi masalah air seduhan kopi yang sedikit ... tapi kehadiran mereka membuat malam terasa menyenangkan, haduh ... kok serasa merindukan suami orang. Bapak- Bapak, kenapa kalian ga meronda setiap tanggal satu suro hingga semimggu ke depan? Una kan jadi dosa, rindu suara kalian yang nyanyiin lagu lawas dengan nada sumbang dan rindu dengar kalian gibahin istri sendiri," gumamku seorang diri.
Hot Chapters