Di Ambang Gila
"Mimpi itu... terstruktur. Mereka memiliki bahasa. Emosi. Kita perlu menciptakan sebuah 'penangkal' yang terstruktur juga, tetapi dengan bahasa yang berbeda."
"Bahasa kita," tambah Elara. Dia duduk di dekatnya, sebuah tablet—yang baterainya telah dicabut dan hanya dinyalakan dengan power bank terisolasi—terbuka di pangkuannya. Dia tidak menggambar atau menulis kode. Dia sedang menulis musik. Bukan partitur yang rumit, tetapi sebuah melodi sederhana dan berulang, sebuah motif yang dia sebut "Nadi Elara". Itu adalah melodi yang sama yang dia tulis bertahun-tahun yang lalu di Vale, yang telah digunakan entitas itu melawan mereka. Tapi kali ini, dia mengubahnya. Dia menyisipkan ketidakteraturan
인기 회차