Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LOVE AND REVENGE

LOVE AND REVENGE

Kemeja putih yang dibalut blazer cokelat tua, dihiasi dasi kupu-kupu bercorak kotak-kotak maroon. Tatapan Doyoung turun ke bawah, menatap rok cokelat tua bermotif garis-garis setinggi paha. Ukuran rok yang lumrah di Korsel, paling panjang 5 cm di atas lutut dan paling pendek sebatas paha. Dan terakhir kaus kaki hitam panjang se-lutut, diakhiri dengan sepatu Converse hitam-putih.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai drame
Baca
+Pustaka
THE KOLONI

THE KOLONI

Dami hanya tertawa mendengar celotehanku. "Kita akan tampil dengan menawan dihadapan para Godwolf, bersiaplah".. timpal Dami sembari memilah-milah beberapa salinan dress yang tergantung di dalam lemari. Dami mengambil salah satu long dress berwarna cream. "Ini dia". Ucapnya. "Hmm... Jangan salahkan aku jika akan ada yang menegur penampilan kita hari ini?!" - Ucapku dengan nada dingin.
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai drame
Baca
+Pustaka
MOIROE

MOIROE

"Aku temani." Mendengar hal itu Cato langsung bergerak ke samping Isaura, "Hei hei, Aku yang lebih dulu menemui Isaura disini, berikan sedikit waktu untuk kakak tercintanya ini menyapanya. Lagipula, kalian ini siapa? Mengapa aku mencium udara dingin di sekitar kalian?" "Kau siapa?" Evander justru balik bertanya. Cato mengangkat alisnya, "Aku Cato, tepatnya Cato Damaresh. Salah satu alpha tertampan di pack ini."
1025.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 985 kali sebagai drame
Baca
+Pustaka
Rahasia Sang Dokter

Rahasia Sang Dokter

tanya Adam yang masih tidak mengerti. Rosa tersenyum getir, bayangan air mata tergambar di pelupuk mata. Adam menghela napas panjang, ia sama sekali tidak menyangka kejadian horor beberapa tahun yang lalu kembali terulang dengan versi, target dan ending yang berbeda. "Aku tidak mau ada orang tidak bersalah lain yang harus meregang nyawa, Dam. Rasanya sakit sekali berada di posisiku." jelas Rosa dengan air mata berlinang.
10140.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai drame
Baca
+Pustaka
Rahasia Cinta

Rahasia Cinta

Sambil berlari-lari kecil, Tari melangkah menuju kamar Bayu. “Kak Bayu, lihatlah gambar apa yang aku buat…” Tari berdiri di ambang pintu kamar Bayu sambil memegang sebuah buku gambar dengan sebelah tangannya. Langkahnya terhenti ketika melihat Bayu yang berusaha keras untuk berdiri tegak di sudut kamar dengan bantuan tongkat penyangga. Otak kecilnya mulai bekerja, mencoba memahami apa yang telah terjadi. Kepingan kenangan mengerikan mulai berkelebat di benaknya. Memori itu membawanya kembali pada peristiwa naas yang terjadi lebih dari seminggu lalu. Akhirnya, ia ingat dengan jelas. Hal terakhir yang dilihatnya sebelum tidak sadarkan diri adalah sosok Bayu yang tersungkur dengan kaki penuh da
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai drame
Baca
+Pustaka
CINTA DIAMBANG KEMATIAN

CINTA DIAMBANG KEMATIAN

Rama berbalik ingin melihat kondisi Angel, tanpa sadar tangannya menggapai tangan pucat itu tapi tidak bisa menyentuhnya. “Angel...” panggil Rama dengan pelan. Terlihat Angel yang sedang berdiri tak bergeming menatap layar di depannya. Tampak dengan jelas dimatanya tersimpan ketakutan dan trauma yang tidak bisa di jelaskan. Tubuh Angel gemetar. Meski ingatannya kabur, kilasan video itu membuatnya merasakan kembali trauma yang pernah ia alami. "Apa itu benar-benar aku Rama?” tanyanya dengan suara parau, hampir tidak terdengar.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai drame
Baca
+Pustaka
RANJANG BERDARAH

RANJANG BERDARAH

November 2003 Dua insan yang putus asa itu melangkah menuju sebuah gedung terbengkalai untuk tujuan yang sama. Tubuh mereka bergetar hebat tatkala pintu terbuka dan keduanya melangkah menuju ruangan yang penuh dengan aura mistis. Dingin menusuk, berdesakkan dengan makhluk tak kasat mata yang membuat napas sesak dibuatnya.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai drame
Baca
+Pustaka
DENDAM AMARA

DENDAM AMARA

“Tuhan… aku mohon beri aku kesempatan untuk hidup kembali. aku janji tidak akan meminta apa-apa lagi selama hidupku.” Amara menarik nafas panjang untuk terakhir kalinya sebelum dia benar-benar kehilangan nyawa. *** Amara terbangun di kamarnya dengan mata sembab. Seluruh tubuhnya meremang. Dia tidak percaya dengan apa yang dialaminya di dalam mimpi. “Mimpi mengerikan macam apa ini?” Amara terkekeh. Tapi air matanya mengalir semakin banyak. Jika orang lain melihatnya, mereka akan ketakutan dan mengira ada yang salah dengan kepala perempuan itu.
274 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8 kali sebagai drame
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status