Broken
tanya Rein panik.
“Duh... kan gue biar lewat jalan potong. Kenapa malah kayak gini, sih?” Niat awal Rein berada di jalanan sepi hanya untuk melalui jalan pintas, agar ia lebih cepat tiba pada tujuannya. “Duh... papi. Gue harus telepon papi.” Sambil mengendarai mobilnya, Rein mulai sibuk mencari kontak papinya. Ia menyetir dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya sibuk menghubungi papinya.
“Pi.... Tolong Rein, pi. Rein takut banget, pi...” ucap Rein hampir menangis. “Pi, Rein takut. Tolongin Rein, pi.”
Hot Chapters