Mati Kembar
Nenek Iah mengusap bahuku lalu memelukku dengan hangat.
“Dinda setuju, Nek. Lagian yang penglihatan Dinda yang pertama itu tidak terlalu berbahaya kok, Dinda yakin bisa mengatasinya,” jawabku meyakinkan Nenek Idah dengan jawabanku.
Setelah petemuanku dengan Nenek Idah, aku merasa lega. Selama masa nifas, Nadia menemaniku dan membantu merawak bayi kembarku. Aku dan suami member nama si kembar Andin dan Andita, dan itu namayang sangat indah untu buah cinta kami. Sesaat setelah menidurkan putrid kembarku tiba-tiba aku melihat sosok aneh sedang menatap ke dua putriku dengan tangan yang berkuku runcing dan panjang mencengkram kuar ranjang bayi. Astaga! Apa yang harus aku lakukan?
ตอนยอดนิยม