DUKUN 99
jawabnya hati-hati.
Usai makan, kami masih duduk di meja makan. Tio mengisap rokok dan aku membereskan sisa makanan.
"Bon, kenapa dukun sukanya hidup sederhana di desa. Jauh dari keramaian kota?"
"Lebih bebas mana, melakukan ritual perdukunan di kota atau di desa?" Aku balik bertanya.
"Lebih bebas di desa, sih," ujarnya polos.