Duka Cita
“Pikirkan lagi baik-baik. Bicarakan semua dengan Pandu, dan—”
“Aku nggak mau,” tolak Cita. “Oia, satu lagi yang perlu Mami tahu. Waktu kita ketemu mas Pandu di toilet rumah sakit tadi pagi, dia lagi ngantarkan istrinya periksa. Bukan jenguk istri temannya yang lagi melahirkan. Jadi, cukup, ya, Mi. Aku sudah nggak mau hidup dalam sandiwara lagi. Aku juga nggak peduli, kalau perusahaan Lukito nantinya diakuisisi, atau dikelola sama orang lain.”
Hot Chapters