Terjerat Pesona Papa Temanku
“Kita bakal temuin Yara, Pa. Aku yakin.”
Elvaro mengangguk, tetapi matanya kosong, seolah keyakinan itu hanya milik Arunika.
Saat mereka makan perlahan dengan suasana sunyi, Kaivan muncul dari arah pintu. Wajah lelaki itu sama kacaunya tidak seburuk Elvaro, tapi jelas terpukul.
“Aku udah cek terminal, stasiun, sama kos-kosan murah di sekitaran pusat kota, Run,” ucapnya. “Belum ada.”