Sentuh Aku, Om Dokter!
jawab Maira, matanya memutar malas, "Apa-apa dia selalu ngadu, nyebelin banget."
"Terus kamu kok bisa dapet duplikat kunci kamar Papimu? Dari mana?" Aku bertanya, mencoba mengalihkan perhatian dari rasa takut yang tiba-tiba menyergap di dalam dada.
"Semalam Papi ketiduran di sofa pas nonton bola," Maira terkekeh pelan. "Terus aku nggak sengaja lihat kunci kamarnya jatoh dari kantong celana. Tanpa pikir panjang, langsung saja aja aku bawa ke tukang duplikat kunci, dan sekarang aku memilikinya!" Maira mengangkat tinggi-tinggi kunci di tangannya, wajahnya tampak bangga, seperti seorang anak kecil yang berhasil mendapatkan mainan baru.
Chapitres populaires