Sentuhan Panas Ayah Tiri
Sebuah kunci.
“Saya sudah membuat duplikatnya,” kata Fajar sambil meletakkan kunci itu di atas meja, tepat di samping piring Raisa.
Raisa menatap kunci itu, lalu menatap Fajar.
“Pak… kenapa?” hanya itu yang bisa ia katakan.
“Supaya saya bisa datang dan pergi kapan pun saya mau,” jawab Fajar. “Ini juga tempat saya, kan?”