Ibu, Jangan Tinggalkan Kami
"Aku paham Ibu kita jahat, tetapi aku membenci sekaligus mencintainya."
Sekarang kami berdua terdiam. Aku memandang langit malam yang gelap. Ponsel digenggaman tanganku berdering. Sederet nomor muncul di layar ponsel. Mungkin Bu Minah.
"Halo," sapaku.
Tidak ada respon sehingga aku menurunkan ponsel dari telinga. Sambungan telepon belum berakhir.
"Halo." Aku mengulangi lagi. Kalau sampai lima detik tidak direspon, akan aku tutup.