Ujung Senja
“Dahlah, dahlah. Semoga setelah ini engkau bahagia, Ra. Hanya itu yang Abang inginkan di hari tua ini. Jika engkau bahagia, Abang bisa menjalankan hidup dengan tenang.”
“Makasih, Bang.” Aku mengangkat kepala dari bahunya. “Jujur, kepergian Bang Asman ini seperti dua sisi mata uang bagi, Era. Era sedih sekaligus senang. Payah nak cakap, Bang. Era sedih karena macam mana pun, dio bapak dari anak Era, tapi Era jugo senang, sebab tak akan ado lagi manusia yang membuat perasaan Era tertekan.”
Hot Chapters