Malam Pertama Sang Istri Kontrak
Raffa duduk di kursi plastik kecil, sibuk menggambar sambil sesekali menyapa orang yang lewat dengan ceria.
Arga datang dari belakang membawa baki berisi kue baru. “Ini batch terakhir,” katanya sambil menaruhnya di meja. Aisyah mengangguk, matanya hangat. “Kamu tau gak, Mas, aku gak nyangka kita bisa sampai di titik ini.” Arga menatap istrinya, senyumnya tipis tapi penuh makna. “Aku juga gak nyangka. Tapi ternyata Tuhan selalu kasih jalan buat orang yang gak berhenti jalan.” Aisyah tertawa kecil. “Kalimatnya bisa aja. Kamu kayaknya udah belajar ngomong romantis terus akhir-akhir ini.” Arga pura-pura serius. “Enggak kok, aku cuma takut kalah romantis sama kue buatan kamu.” Aisyah menatapnya,
Hot Chapters