LOVE THE LAW
Setelah itu, Ersya menyodorkan kartu nama.
“Kalau kau ingin bicara tentang seni, atau… tersesat, kau bisa menghubungiku.”
Ainsley menerimanya. “Terima kasih.”
Dan ketika Ersya berjalan pergi, anggun dengan langkah yang tak tergesa, Ainsley menatap nama itu di karton putih kecil—tintanya mengkilap, terlalu mahal untuk sekadar simbol keramahan. Ia tahu, ini bukan sekadar sapaan ramah. Ini adalah pintu.
인기 회차