Bayang Pedang Cahaya Bulan
Nenek Yue membuka mata.
Bukan sepenuhnya, bukan pula dengan kesadaran penuh, tetapi cukup untuk melihat, cukup untuk mengenali, cukup untuk tersenyum tipis.
"Chen-er," bisiknya, suaranya seperti kertas yang digosok pelan.
"Aku di sini, Nenek."
"Kau sudah tidak menghitung."