Gagal Move On!
goda Aesen.
“Semangat, dong!” Tara berusaha seceria mungkin, tanpa ada yang tahu kalau beberapa jam yang lalu ia menangis.
“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali~” Kaila mulai bersenandung.
“Kiri... kanan... kulihat saja, banyak pohon cemaraaa~” sambung Eva.
“Dikira lagi tamasya bocah SD kali, ya,” gumam Dio yang sudah memejamkan matanya.