ANINDYA: BELIA TERPEDAYA CINTA
"Sejak kedatanganmu hari itu, perlahan hatiku hancur. Kedua orang tuaku hanya bisa menasihati, memintaku bertanggungjawab. Bahkan Papa memusuhiku. Aku mencoba memungkiri rasa cinta ini, tapi hanya berakhir sia-sia. Hidupku kacau karena perasaan yang tidak terasampaikan. Aku orang jahat yang mengotorimu, tapi orang yang sama yang mencintaimu. Susah payah kuelak, tapi ternyata memang beginilah cinta. Sakit saat kamu tak ada."
Air mata kak Rama berlinang, betapa dirinya tampak di ambang kehancuran. Tubuhnya pun tampak lebih kurus dari terakhir kali kami bertemu. Ada ceruk kecil di bawah matanya yang membuatnya tampak menyedihkan. Jambang dan kumisnya menebal. Tampak sangat tak terurus.
Tanpa ko