Selir Yang Terlupakan
Amarah yang sempat memuncak sesaat sebelumnya tampak mencair sepenuhnya, digantikan oleh rasa ingin tahu yang tenang dan kelembutan yang tak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.
"Katakan padaku, Lianhua," ucapnya lembut, suaranya kini benar-benar kehilangan nada keunggulan dan kekuasaan yang biasa terdengar.
"Apa yang kau lihat saat kau menatapku? Bukan Kaisar yang memerintah ribuan wilayah, bukan panglima perang yang menaklukkan musuh. Hanya... aku."