MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI
“Sayang ... bukannya enggak mau tidur bareng. Aku hanyatakut khilaf! Kamu cantik banget malam ini. Aku enggak mungkin sanggup menahandiri,”
Sayu, sepasang manik matanya tak lepas menatap. Pujiannyasukses membuat anganku melambung tinggi, terbang menggapai mimpi.
Perlahan, Mas Alvin semakin mendekat, Hingga kurasakan nafashangatnya menyapu wajah. Dengan jelas dapat kudengar detak jantung kami yangbersahutan, seirama debaran di hati.
Hot Chapters