Mencintai Suami Adikku
-Mine
--
“Mamak enggak setuju! Titik! Ada-ada saja kamu, Rah? Belum sebulan menikah sudah pengen ngangkat anak. Apa kata tetangga, keluarga, saudara, bahkan almarhum mak bapakmu? Adikmu saja sudah hampir melahirkan anak keduanya, sedangkan kamu yang baru menikah malah mau ngurus anaknya orang lain!”
Mamak mertua menunjuk-nunjuk ke arahku. Emosinya meluap-luap sampai dia berdiri dari kursi meja makan, mengayun-ayunkan lengan kaftannya yang lebar dan transparan. Mamak mertua terlihat begitu membenci gagasan yang baru saja kuutarakan padanya, sampai tidak lagi bersedia melanjutkan makan malam.