Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sentuhan Panas Editorku

Sentuhan Panas Editorku

Ia menatap langsung ke lensa kamera, seolah-olah sedang menembus layar ponsel ribuan penonton dan menatap langsung ke mata Lia Zanetti yang terpampang di layar monitor besar. "Terima kasih atas pertanyaannya, Kak Lia Zanetti," buka Meysa dengan nada suara yang sangat tenang, lugas, dan sama sekali tidak bergetar. "Mengenai tema pengkhianatan dan tokoh sekretaris dalam novel saya ... saya rasa saya perlu menekankan sekali lagi bahwa apa yang saya tulis adalah 100% fiksi. Itu adalah murni hasil imajinasi yang saya bangun di kepala saya selama berbulan-bulan." Meysa berhenti sejenak, bibirnya membentuk lengkungan senyum tipis yang terlihat sangat berkelas.
108.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 202 Beses bilang fiksi
Read
+Library
Depression

Depression

Fika : Ah parah lo emang, Lun. Luna : Hehehe, maafin dong, Fika. Fika : Enggak mau! Gue udah gak friend sama lo! Luna : Yah, masa gara-gara pasar malam aja sampe gak friend sih? Fika : LUNA!! IH GUE KESAL BANGET JADINYA. Luna : Hahaha gak usah nge-gas. Fika : Ya habisnya lo jahat banget ke pasar malam gak ngajak. Asli lah gak like gue jadinya.
103.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 95 Beses bilang fiksi
Read
+Library
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

Siapa yang berkedip kalah dan harus tunduk pada keinginan lawannya. Energi yang terpancar dari mata keduanya seakan berkata, “Berikan hape itu.” “Tidak, lo dah janji.” “Berikan hape itu.” “Lewati mayat gue.” “Hapeee…” “Fuck you!” Selagi keduanya panco mata, Siska, tetangga Millia pergi meninggal meja. Ia dan selingkuhannya keluar dari kafe. Tak berapa lama kemudian Millia tersenyum. Ia mengedipkan mata, mengalah dan berkata, “Ok. Kamu menang. Yuk, kita pulang.”
106.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 253 Beses bilang fiksi
Read
+Library
Fantazia

Fantazia

jelasnya membuatku kaget setengah mati. “Kau!” tunjukku dengan emosi, Philip hanya mengisyaratkan aku untuk diam, karena sudah berjanji jadi aku tetap mendengarkannya sambil melotot padanya. Philip meringis saat dia melihat aku melotot padanya, “Aku membutuhkan maksudnya kelompokku membutuhkan satu orang lagi untuk projek pencurian baru kami, target pencurian kami adalah Energizer Food, aku ingat bahwa kau tau tentang item itu kan, maka dari itu aku membutuhkanmu untuk projek kami.”
102.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 58 Beses bilang fiksi
Read
+Library
FIORE

FIORE

Etheldreda Cindyriesoursriri
Datang dari hari membaca buku dengan tinta yang hampir hilang, sulit dipahami hingga mengabur karena air, untuk mencari nama orang-orang yang tidak mengembalikan buku mereka tepat waktu. “Terima kasih bukunya,” Iris berseru. Dengan kedua tangannya, Iris membawa tumpukan buku tersebut dan membuka pintu perpustakaan dengan susah payah. Dengan menggunakan satu kaki, ia menahan pintu agar tidak tertutup dan segera menutup kembali pintu perpustakaan setelah ia mendapatkan respon dari wanita paruh baya tersebut. Iris memperhatikan buku di kedua tangannya. “Aku tidak menyangka kalau ada buku fiksi di sini,” gumamnya, tersenyum. “Aku kira hanya ada buku-buku yang berk
Sikat na Kabanata
105.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 147 Beses bilang fiksi
Read
+Library
TAMU SELEPAS SUBUH

TAMU SELEPAS SUBUH

Bab 88 Pov Author Setelah meletakkan sebuah kamera di kamar kost Nesya, Fika pun langsung pamit. Tentu saja gadis itu sudah tak sabar lagi ingin melihat kelakuan sahabat bermuka duanya itu. "Sepertinya aku akan mendapatkan banyak harta karun malam ini!" gumam Fika sambil tersenyum membaringkan tubuhnya di kasur. Dengan segera, Fika pun langsung mengkoneksikan ponselnya dengan kamera yang telah dia tempel di sembarang tempat yang menurutnya aman dan tak dicurigai oleh si pemilik kamar.
10111.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.2K Beses bilang fiksi
Read
+Library
Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam

Ia memang tidak suka menggunakan barang bekas yang telah disentuh oleh wanita one night stand-nya. “Bagaimana dengan tikus-tikus itu? Masih belum diurus juga?” Ia menuang rum, salah satu minuman keras yang memiliki kadar alkohol tidak jauh berbeda dari wiski, ke dalam gelasnya yang sebelumnya telah dimasukkan es batu. “Nox telah mengurus mereka, Sir,” jawab pria keturunan Italia itu, yang tak lain adalah kaki tangan kepercayaan pria bertator ular itu.
107.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 258 Beses bilang fiksi
Read
+Library
Pemuas Nafsu Liar Majikanku

Pemuas Nafsu Liar Majikanku

“Cepat! Teriak Aiden. Tangan Aiden menarik tangan Gina, Adrian yang di sampingnya mengingatkan Aiden agar berpikir lagi. “Jangan menyentuhnya!” “Aku tidak tahan, Aira tidak disini.” Suara Aiden kian berat. Tubuhnya hampir meledak karena rasa panas dari obat birahi. “Tapi setelah ini aku akan membunuhnya.” Sambungnya. Ucapan Aiden tentu membuat Gina takut, dia berpikir ulang untuk menjadi pendingin mereka saat ini. “Saya akan memberi kalian obat disfungsi ereksi tapi ada syaratnya.” Tawar Gina sambil menatap Aidan yang juga sudah melepas seluruh kancing bajunya.
10238.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 6.2K Beses bilang fiksi
Read
+Library
Rahasia di Kamar Pengantin

Rahasia di Kamar Pengantin

Lekuk nada bicaranya menunjukkan kekhawatiran yang teramat dalam. “Jangan memaksaku bicara, Ismi!” balasku dengan intonasi teramat ketus. Ismi yang pagi ini memakai gamis panjang berwarna hitam dengan kain halus khas Timur Tengah itu terentak. Dia membulatkan mata, mungkin kaget karena aku masih bersikap sama padanya. “Mas tidak pulang semalaman,” lirihnya seraya mengekor dari arah belakang.
9.56.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 164 Beses bilang fiksi
Read
+Library
Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

Takut ketiduran, karena tubuhku sudah terasa lemah. Tidak sulit untuk mendapatkan penginapan di sini, dan aku pun memesan satu kamar. Kuputuskan mencari tahu siapa pemilik tas ini dan siapa lelaki itu, dengan membuka tasnya. Bau bensin menguar begitu tas terbuka. Tidak banyak isi di dalam tas, hanya ada dompet, ponsel dan sebuah buku diary. Perlahan, aku membuka dan membacanya, elum selesai membaca, ponsel di dalam tas berbunyi. Dengan sedikit memberanikan diri aku menerimanya, karna tertera 'MAMI' di layar ponsel. "Hei ... anak enggak tau diri, ke mana saja kamu! Pulang atau aku bunuh kamu!" suara makian bernada tinggi terdengar memekakan telinga.
104.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 141 Beses bilang fiksi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status