Ayahku Tidak Tamat SD
Tapi, Nora sepertinya belum puas jika belum ku katakan langsung.
"Apa yang Talitha katakan itu benar, Nor. Ayahku hanya penggarap sawah." ujarku hingga berhasil membuat netranya membola. Aku sama sekali tidak berbohong, kok. Keseharian ayah memang sering ke sawah, menggarap, menanam, dan memanen. Meski sebenarnya ayah adalah seorang juragan tanah dan memiliki ratusan hektar kebun sawit, pinang, coklat, kopi, dan karet. Bahkan, sekolah yang mereka tempati saat inipun adalah tanah milik ayah sendiri. Tapi, pekerjaan ayah tak perlu aku katakan. Toh, kata ayah semua itu hanyalah titipan. Jika tuhan mau, ya tinggal ambil.
Jawabanku akhirnya membuat semuanya terbahak, kecuali Tari teman dekatku ya