Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Euforia

Euforia

ucap seorang Bibi penjual mencoba melerai pertikaian tak berarti oleh keduanya. Pada akhirnya, Nindi melepaskan jambakannya dan bersidekap dada menatap tajam Eiden yang kini juga sedang melakukan tatapan yang sama dengan tangan yang mengelus rambut kesayangannya. "Dasar tikus got! Udah lemot, bawel, dekil, barbar pula," hardik Eiden. Sebelum Nindi membuka suara, Eiden kembali melanjutkan ucapannya, "Lo tuh ngaca, mana ada siswi sekolahan yang penampilannya kayak lo sekarang. Pakaian lusuh, penuh tanah kuning."
2.0K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as fine thanks
Read
+Library
EUFORIA

EUFORIA

Hal sekecil ini tentu bisa aku sadari karena aku orang yang cukup perhatian. Kusambut tangannya kemudian. Dia agak berkeringat, tetapi tangannya begitu dingin. Ukurannya pun lebih kecil dari tanganku. “Gue Adrian.” Sebelum akhirnya melepaskan tangan yang bertautan, dia mengangguk dan berucap, “Aku akan ingat. Adrian.” Kudorong satu porsi kentang goreng untuk lebih dekat padanya. “Selagi menemani gue, kenapa nggak dicobain dulu?”
1013.5K viewsCompletedAdded to Library 445 Times as fine thanks
Read
+Library
ARE YOU DONE, MY DEAR?

ARE YOU DONE, MY DEAR?

Bukankah aku bisa dibilang jahat? Tring. Adelio mengambil handphone di saku dalam jasnya lalu melihat notif i*******m. Cherrs. Adelio tersenyum. Tiga tangan yang dikenalnya muncul di dalam foto sambil memamerkan minuman di gelas wine mereka. Adelio berani bertaruh kalau itu adalah jus, bukan minuman keras. Fumiko sangat religius, Dimas seorang dokter sementara Kinara berada diantara mereka.
634.4K viewsCompletedAdded to Library 791 Times as fine thanks
Read
+Library
Broken

Broken

Gadis itu turun dengan memegang sebuah amplop berwarna cokelat, yang terlihat memiliki isi yang cukup tebal. “Nih!” ucap Rein sambil membuang amplop itu ke wajah asisten rumah tangganya. “Itu gaji terakhir lo, dari gue. Jadi jangan pernah lagi lo injak rumah gue. Ngerti?” ujar Rein memandang hina asisten rumah tangganya. “Berhenti nangis, deh! Gak usah lebay,” bentak Rein.
1013.9K viewsCompletedAdded to Library 445 Times as fine thanks
Read
+Library
NINE

NINE

singkat Nina pada gadis yang tidak lain adalah Deary. Mereka memang dekat sejak kecil. Tak ada perubahan berarti dari teman baiknya selain tinggi badan dan bentuk tubuh. Rambut dan kulit masih seperti dulu, gelombang dan kecokelatan. "Huh, kau ini, selalu saja menolak peduli terhadap laki-laki, padahal kamu sangat cantik, pintar, ...." Deary mengomel di sela makan, menasihati sahabatnya yang pendiam dan sama sekali tak memperhatikan.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as fine thanks
Read
+Library
Fake

Fake

Ali mendekati Dido dan Adit. “Dicoba aja dulu,” lanjutnya, tak menyerah membujuk kedua temannya itu. “Sorry bang, gue lagi miskin nih kagak punya duit,” tolak Dido halus, yang disusul dengan anggukan Adit membuat Ali menghela nafas. “Oke, gue nggak bakal maksa. Tapi kalo lo mau hubungi gue.” Dido dan Adit mengangguk.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as fine thanks
Read
+Library
Fare Finta [Indonesia]

Fare Finta [Indonesia]

Bahan kainnya terbuat dari linen, jadi tidak tembus pandang dan mungkin lebih cocok dikenakan ke acara santai. Aku menyibak tirai yang menjadi penutup fitting room. Suasana butik yang masih sepi memudahkanku berkomunikasi dengan Nuri yang berjarak beberapa langkah dariku. "Bagaimana menurutmu, Dek? Bagus?" tanyaku meminta pendapat darinya. Nuri menoleh ke arahku. Acungan jempol ia berikan. "Cantik banget, Kak."
104.1K viewsOngoingAdded to Library 160 Times as fine thanks
Read
+Library
Beautiful Sin

Beautiful Sin

Flashback Kediaman Dion Sebuah balkon berukuran sedang dengan sebuah bangku dan meja kecil warna putih tampak sedang diduduki oleh seorang pria bercelana pendek warna biru dan kaos warna senada bertuliskan 'Goodbye' dengan garis-garis putih pada tulisan itu. Secangkir kopi espresso kental menjadi teman sang laki-laki itu dalam kesunyiannya. Tampak sebuah canvas, bingkai, kuas dan beberapa cat air serta sebuah foto tergeletak berantakan di tempat itu. Tangan laki-laki itu pun tampak penuh dengan bekas cat air, matanya lurus menuju ke depan pelatarab rumahnya yang minimalis, tampak sinar bulan dan bintang begitu jelas terlihat dari balkon rumahnya. Semilir angin yang berhembus menambah kesepia
9.911.9K viewsCompletedAdded to Library 439 Times as fine thanks
Read
+Library
TimeLess

TimeLess

Haffa bisa sedikit bernafas lega. dalam 1 minggu Keiko mendapatkan 4 kali suntikan. selama ini tidak ada reaksi signifikan dalam tubuh Keiko. di hari ketujuh, saat hari libur, Keiko tiba tiba merasa tidak mengingat apapun kejadian yang baru saja dia alami. Jeniver mencacat semua yang di alami Keiko saat itu, bahkan Keiko tidak mengingat Jeniver. mendapat kabar dari Jeniver, Haffa langsung datang ke asrama dan melihat kondisi Keiko. Keiko sudah berbaring tertidur saat Haffa datan. Haffa dan Jeniver mencatat semua yang Keiko alami hari ini dengan details untuk melihat variabel yang salah.
9.95.1K viewsCompletedAdded to Library 147 Times as fine thanks
Read
+Library
Pembalasan Elegan

Pembalasan Elegan

Yuda menyerahkan sebotol air mineral yang barusan dibelinya dari pedangan asongan. Wajah Rika tampak pucat sekali dan keringat dingin kini membasahi kening dan sebagian besar area permukaan wajah cantiknya. Melihat itu Yuda pun berusaha mengusap peluh itu dengan sapu tangan yang selalu ia bawa ke mana-mana.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as fine thanks
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status