Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Friend With Benefit

Friend With Benefit

Mecca menghela nafas, “Boleh aku bilang kalau aku tidak baik-baik saja?” Tak menjawab, Gyan langsung melajukan mobilnya meninggalkan basement kantor. Di tengah perjalanan, Mecca sempat panik karena jalanan yang dilewati sangatlah asing baginya. “Aku punya kenalan yang mau gadai mobil dengan nominal yang sesuai dengan kebutuhan kita. Menurutku itu lebih baik daripada kamu jual mobil,” ujar Gyan yang berhasil membuat Mecca bernafas lega. Setidaknya Gyan tidak akan membawanya ke tempat yang mencurigakan, tapi Mecca keberatan karena ia merasa tak akan mampu menebus kembali mobil kesayangannya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai fine thanks
Baca
+Pustaka
FANS

FANS

Tapi kini semua telah terlampang di depan mata, ia merasa benar-benar menjadi ratu yang sesungguhnya. "Perfect ..." kata Benny, MUA terkenal langganan para artis dan kalangan atas setelah selesai menata rambut Nara. "Gimana say ?" Teh Gina memastikan. "Udin say ... Emm cucok." "Abangku satu ini emang gak pernah ngecewain," puji Teh Gina. "Ok cus fitting room yuk."
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai fine thanks
Baca
+Pustaka
Perfect Mate

Perfect Mate

Cukup lama Camelia menimbang seolah tidak memperdulikan erangan frustasi dari bibir Tetsu. "Cepat Camelia. Kau gak bisa terus cuma menatapnya," ucap Tetsu dengan aksen yang masih kental. Camelia berdehem. Tetsu dinilainya sangat tidak sabaran. Camelia akhirnya tidak sengaja menyentuh ujungnya. Tidak disangka. Ini lebih lembut daripada sisinya yang tegang berurat. Camelia seakan mendapat mainan baru. Ia memutar ujung jarinya di sana.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai fine thanks
Baca
+Pustaka
Perlahan Mencintaimu

Perlahan Mencintaimu

kata Feby sambil tersenyum manja. Aldy langsung meletakan telapak tangannya di dahi Feby, normal kok. “Agak khawatir aku kamu bilang makasih gitu,” ujarnya sambil tertawa kecil. Feby melanjutkan makan nya, dia merasa membaik setelah mendengar jawaban dari Aldy yang panjang. ***
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 543 kali sebagai fine thanks
Baca
+Pustaka
Greedy

Greedy

Naina menampakkan giginya yang berbaris rapi. Suster itu mengangguk. "Dia tadi numpahin sup saya. Jadi ini hukumannya," sahut Bu Rini. "Oh, gitu. Ngomong-ngomong, kamu cantik. Aku suka mata kamu," puji suster.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai fine thanks
Baca
+Pustaka
My Precious Baby

My Precious Baby

Kiy~~~~ memanggil Dia mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau. “Satu lagu lagi sudah di acc! Sisa 1!” Wanita diujung sana memekik dengan riang, dari suara nafasnya yang sedikit terengah Magani tahu, dia pasti habis berjingkrak kegirangan. “Selamat selamat.” “Lagu gubahan kamu juga di acc, kak Janu yang tulis liriknya!”
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai fine thanks
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Potongan A-line dengan detail brokat halus di bagian bahu itu membuatnya tampak sangat anggun. “Gimana, Ren? Cantik banget kan anak Mama?" Mama berseru antusias. Rendra meletakkan tabletnya. Pandangannya terkunci pada Selin. Ada sesuatu yang berdesir didadanya. Sesuatu yang selama ini dia abaikan. Selin memang selalu cantik tapi hari ini, aura yang dipancarkannya berbeda. Terlihat lebih tenang. “Sudah pas belum di bagian pinggang?” Selin bertanya pada penjahit, lalu menatap pantulannya di cermin besar tanpa menunggu pujian dari Rendra.
10721 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai fine thanks
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status