Antara Dendam dan Penyesalan
Dulu dia selalu duduk di depan pintu sembari menatap jalan yang dilalui Maisha saat meninggalkannya, waktu sedang bertengkar dengan Harvey pun dia juga melakukan hal yang sama.
Memanaskan makanan yang sudah dingin, duduk di tangga depan pintu, dan terus menunggu.
Melihat bunga dan tanaman di halaman dari musim ke musim.
Pada akhirnya, orang yang dia tunggu tak kunjung datang.
Hidupnya ini seperti sebuah lelucon.
Setelah menyeringai, Selena mengatakan dengan tegas,
"Nyonya Maisha, aku nggak sudi kamu hidup di kehidupan selanjutnya, sekalipun ada reinkarnasi, aku cuma ingin hidup tanpa bertemu denganmu selamanya!"
Hot Chapters