Mayat-Mayat Hidup
Dia, Lena, Mak Ijun, dan Hani memperhatikan Candra dan Siti di sisi got yang tersorot lampu mobil.
Candra membungkuk mengarahkan isi perut yang akan dimuntahkan ke saluran air. Sementara Siti berdiri di belakangnya memijat tengkuknya. Dibantu dengan rangsangan pijatan seperti itu Candra tetap tidak nyaman. Isi perutnya bergolak makin hebat. Yang naik ke kerongkongan justru darah bercampur air liur yang berasal dari pembuluh-pembuluh yang pecah dan cairan lambung. Semakin naik membuat tubuh Candra kian menegang dan berdiri tegak, sehingga Siti berhenti memijat. Dia menatap Siti dengan nanar. Siti tidak sempat mundur atau menjauh ketika Candra memuntahkan darah, air liur, dan cairan lambung de
인기 회차