Pendekar Kera Sakti
Tak bisa ditahan lagi, dan ia pun muntah di depan Ratu Teluh Bumi.
"Hoekkk...! Huek!" ia membungkuk-bungkuk, dan matanya sendiri melihat apa yang dimuntahkan saat itu. Cairan putih kental, mirip darah, tapi bukan darah. Tak terlalu banyak, namun cukup bikin sekujur badan lemas, bagai orang habis mencapai puncak cumbuan. Ada rasa nikmat pada diri Prahasto saat memuntahkan cairan tersebut. Ada rasa kelegaan dari suatu tuntutan batinnya tadi. Bahkan sekarang ia muntah lagi dengan bahan muntahan yang sama, dalam jumlah yang cukup banyak, delapan kali lipat dari yang pertama. Dan apa yang dimuntahkan itu sepertinya suatu kekuatan seorang lelaki yang makin banyak dibuang makin berkurang tenaganya.
Sikat na Kabanata