Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
WANITA YANG KALIAN HINA MISKIN ITU MERTUAKU

WANITA YANG KALIAN HINA MISKIN ITU MERTUAKU

Biar aku sumpal sekalian itu ke mulutnya yang suka julid. Aku pun kembali masuk dan menutup pintu utama. Kuletakkan tiga kotak nasi ini ke atas meja. Kebetulan bersamaan dengan keluarnya Mas Farhan dari kamar mandi. "Apa itu, Dek?" "Tau nih dari Mbak Hilda katanya ada lebihan nasi kotak sisa acaranya tadi." "Masih layak?" Aku mengedikkan bahu.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai foto nasi kotak rapat
Baca
+Pustaka
DITOLAK OM-OM

DITOLAK OM-OM

Lantas ramailah suasana dapur pagi tadi oleh gelegar tawa kami. Terdapat dua kotak, satu besar dan satunya lagi lebih kecil. Pada kotak yang lebih besar berisi nasi putih, tumisan brokoli dan ayam katsu. Sedangkan kotak yang lebih kecil berisi irisan buah mangga dan melon. "Hallo Om!" sapanya, saat kuhubungi melalui telepon video. "Hai, Sayang. Lagi di mana itu?" Kulihat background di sekitar Sisy menunjukkan bahwa dia sedang tidak berada di rumah.
1094.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai foto nasi kotak rapat
Baca
+Pustaka
Di Balik Romantisnya Suamiku

Di Balik Romantisnya Suamiku

Reza memasuki ruangan dan meletakkan kantung plastik berisi makanan pada meja yang berdekatan dengan sofa panjang. "Udah engga terlalu, Rez. Kamu bawa apa itu?" Naffa menjawab dan balik bertanya sambil menatap kantung plastik putih yang dibuka oleh Reza. "Nasi kotak. Tadi pagi, aku cuman minum kopi sama makan roti aja di restoran. Engga sempat makan berat," jelas Reza yang kini sedang membersihkan tangannya dengan tissue basah. Lalu, ia melanjutkan, "Kamu juga boleh ikut makan. Aku kebetulan beli dua kotak."
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai foto nasi kotak rapat
Baca
+Pustaka
DIKIRA MISKIN GARA-GARA BAJU BUTUTKU

DIKIRA MISKIN GARA-GARA BAJU BUTUTKU

Dengan lincah jemari tangan ku mengetik kan sebuah pesan pada Anandita. [Besok siapkan nasi kotak duapuluh lima biji. Dan siapkan dua kotak berisi nasi basi. Ingat, jangan lupa nasi basinya. Karena itu yang paling penting.] Segera saja ku kirim pesan itu padanya. Tak lupa, aku pun menyunggingkan senyum sinis. "Buang aja Bik, nanti yang ada kita malah keracunan." Jelas Anandita.
1054.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai foto nasi kotak rapat
Baca
+Pustaka
Bos Kampret Ku

Bos Kampret Ku

Dia merapikan kertas-kertas yang berserakan dan di atas meja dan meletakkan stop map yang di bawanya di atas tumpukan kertas. Namun, saat hendak melangkah menuju pintu, Ezekiel masuk ke dalam ruangan. "Pagi, Pak," sapanya. "Pagi. Kamu ngapain di sini?" tanya Ezekiel dengan angkuhnya. "Nganter berkas buat rapat, Pak." "Hmm," timpal Ezekiel sambil berjalan menuju mejanya "Saya permisi dulu, Pak." "Tunggu dulu, saya mau cek ada kesalahan nggak," cegahnya saat Lila hendak memutar badan meninggalkan ruangan.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai foto nasi kotak rapat
Baca
+Pustaka
Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku

Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku

Meletakkan kantong-kantong di meja makan, mengeluarkan kotak-kotak styrofoam berisi nasi, rendang, ayam pop, gulai ikan, sayur nangka, sambal hijau, porsi yang terlalu banyak untuk dua orang. Aku menyiapkan piring, sendok, garpu. Menyalakan TV di ruang kenan dengan volume kecil; hanya untuk mengisi kekosongan. Berita malam sedang berlangsung, pembawa berita dengan jas rapi sedang membacakan sesuatu tentang ekonomi yang tidak benar-benar kudengarkan.
1033.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai foto nasi kotak rapat
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti

Ada yang makan sambil tetap mengetik dan memeriksa berkas, ada yang makan berkelompok, dan ada juga yang makan sambil berdiri dari meja ke meja untuk memeriksa apakah lauk mereka sama atau tidak setiap kotak. Di salah satu meja, Leo dan Hendra bercengkrama sembari menikmati nasi kotak. Mereka tidak terganggu sedikit pun dengan keriuhan sekitar. "Kamu sudah dengar belum kenapa Tuan Arthur memberi semua karyawan dengan nasi kotak?" tanya Hendra pada Leo yang sudah menyuapkan nasi ke mulutnya. "Memangnya ada apa? Tuan Arthur ultah? Atau Moza yang ultah?" tanya Leo cuek.
1076.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai foto nasi kotak rapat
Baca
+Pustaka
Pernikahan Bayaran

Pernikahan Bayaran

“Oke, ayo. Lari ya.” Keluar dari lift, Natasya dan dokter ko-ass berlari mendekati pintu ruang rapat. Sambil memegangi handel pintu, Natasya menoleh, “Kamu catat hasil rapat ya. Kamu buat dua salinan. Nanti sisanya saya akan kasih lewat grup.” “Baik, dok.” “Kita masuk sekarang.” Natasya membuka pintu pelan-pelan. Ia mencari kursi kosong untuknya dan dokter ko-ass.
1015.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 360 kali sebagai foto nasi kotak rapat
Baca
+Pustaka
Cinta untuk Tabitha

Cinta untuk Tabitha

Tabitha kembali mengelus-elus perutnya. Tadi perutnya sudah sangat keroncongan. Entah bagaimana sekarang, mungkin sudah dangdutan atau malah mulai nge-blues kali, ya? Di atas meja rapat di depan Tabitha dan rekan-rekannya, sebenarnya ada kue-kue dan aneka cemilan yang memang sengaja disediakan untuk mereka. Tetapi, Tabitha malu kalau hanya dia yang terus mencomoti kue-kue itu. Sementara rekan-rekan panitianya yang lain seperti Fajar, Indra, Diana, Ega, Erika dan Anna hanya mencomot sesekali saja.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai foto nasi kotak rapat
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO

Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO

Setelah pertemuan pertama di lokasi proyek, rombongan akhirnya memasuki ruangan yang telah disiapkan untuk rapat lanjutan. Noah langsung duduk di kursi utama, sementara Jasmine memilih kursi di sudut ruangan. Ia membuka kotak kecil berisi makanan ringan yang ia bawa dari Hotel Zeronight. Di dalamnya terdapat croissant mentega yang lembut, beberapa potong buah segar, dan segelas teh melati hangat. Jasmine menikmatinya dengan tenang, seolah tidak ada tekanan di ruangan itu.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai foto nasi kotak rapat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status