ISTRIKU SERING MENANGIS
Ia tampak bahagia melihat pemandangan danau, tempat kami bertemu sebelum berteman lalu berpacaran, hingga akhirnya memutuskan untuk menikah.
Dengan cepatnya, Mayang buka pintu mobil, lalu turun dan mengayunkan kakinya ke arah tepi danau. Ia membentangkan kedua tangannya. Kemudian, tiba-tiba Mayang duduk di rerumputan dan menutup wajah dengan kedua tangannya.
"Mayang, kamu nangis?" tanyaku ketika tiba di samping Mayang.
"Mas ...." Ia memelukku erat-erat, kemudian mendekapku sangat kencang.