Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

--- “BANG!” Benturan pertama terjadi saat Panglima Tanpa Masa mengayunkan pedang jamnya. Udara pecah. Gelombang waktu merambat seperti kaca yang retak, memotong apa pun yang disentuhnya. Batu-batu di tanah terbelah bukan karena tajamnya pedang, melainkan karena “masa lalu” mereka dipisahkan dari “masa depan.”
107.7K viewsOngoingAdded to Library 200 Times as fragment of time
Read
+Library
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

fondasinya, beristirahat, dan memungkinkan transisi menuju keadaan dasar yang baru. Tempat yang dipilih untuk eksperimen ini bukan wilayah random. Majelis Lintasan menyediakan sebuah "Fragmen Realitas Terisolasi"—sebuah potongan kecil dari realitas yang telah dipisahkan dari arus utama miliaran tahun yang lalu, sebuah "kapsul waktu" kosmis yang hukum dasarnya sudah stabil namun terisolasi. Fragmen ini kira-kira seukuran sebuah sistem bintang kecil. Ia sudah "mati" dalam arti tidak ada kesadaran atau dinamika kompleks di dalamnya, hanya bintang redup dan beberapa planet batuan. Tempat yang sempurna untuk eksperimen tanpa risiko merusak realitas yang hidup.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as fragment of time
Read
+Library
Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Genta mengangkat alis, mencoba memahami apa yang baru saja dikatakan Raka. Julian tersenyum kecil, lalu menatap Genta dengan tatapan santai namun penuh . "Itu ocandarang yang aku ceritakan. Seorang Fragmen yang bisa memanipulasi waktu." Mata Mirna menyipit, ekspresi wajahnya mengeras. Tangannya mengepal erat, dan suaranya terdengar penuh amarah. "Dimana Ardi?!"
101.9K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as fragment of time
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

LOKASI: FRAGMENTASI MEMORI - LOKASI TAK BISA DITENTUKAN STATUS WAKTU: NON-REALTIME - WAKTU RETAK, SALING TUMBUK Adrian membuka matanya dan mendapati dirinya melayang di antara potongan-potongan narasi. Kalimat-kalimat terbelah, adegan-adegan terdangkal, dan karakter-karakter alternatif berhamburan di udara seperti kaca pecah. Ia telah melangkah ke Bab 41, tempat yang bahkan Narator pun tak bisa menjangkau.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as fragment of time
Read
+Library
Dalam Dekapan Waktu

Dalam Dekapan Waktu

kebetulan saja dia merayuku dengan kata-kata 'waktu. Aku langsung memutar tubuh kembali ke arahnya dengan tatapan curiga. Herannya dia hanya berdiri di sana dengan senyuman menggembang sempurna. "Apa yang kau katakan? waktu yang lain? apa kau serius? oh! ya! kau hanya mencoba menggodaku dengan hal itu. Hahaha bodoh sekali! aku berterima kasih kau sudah menolongku tapi bukan berarti kau bisa menggodaku begitu saja," tolakku yang masih merasa tak mungkin ada yang tahu aku bisa berpindah waktu. Rahasia ini ku simpan erat karena terakhir kali aku mengatakan hal itu pada orang yang aku anggap sahabat di sekolah dasar malah menyebarkannya dan seluruh sekolah saat itu menganggap aku anak aneh dan m
102.8K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as fragment of time
Read
+Library
Kaca yang Pecah

Kaca yang Pecah

Cermin yang retak tidak akan pernah bisa memantulkan kehidupan yang sempurna. Hubunganku dengan Suwanto berakhir di sini. “Lalu... Bisakah kamu memaafkan...?” Perkataan Suwanto terpotong oleh Puspita. “Nona Jennifer, kita bertemu lagi.” Puspita berjalan mendekati Suwanto, menggandeng lengannya dan mengangguk ke arahku. Dia menggunakan riasan yang sangat cantik dan tampaknya hari ini juga merupakan hari baik untuknya.
7.4K viewsCompletedAdded to Library 178 Times as fragment of time
Read
+Library
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Aira selalu tahu bahwa ada bagian dari dirinya yang tidak pernah benar-benar kembali sejak malam ketika kota itu terpecah menjadi dua dunia. Sejak ia melihat dirinya sendiri berdiri di balik retakan waktu—sejak ia mendengar suara yang seharusnya miliknya sendiri tetapi datang dari tempat yang tidak bisa dijangkau oleh kaki manusia. Semuanya seperti gema yang terlalu jauh, tapi terlalu akrab untuk diabaikan.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as fragment of time
Read
+Library
Aku Mati di Pernikahanku

Aku Mati di Pernikahanku

Duaaar! Menara utara runtuh total, meledak dalam keheningan yang mutlak saat dimensi di sekitarnya melipat diri ke dalam satu titik vertikal. Tubuh Braelyn dan Eryx terlempar masuk ke dalam lorong waktu yang gelap gulita, berputar gila di antara miliaran fragmen memori dari lini masa yang berbeda yang melayang seperti pecahan kaca tajam. Di tengah pusaran hampa itu, tangan Eryx mendadak terlepas dari genggaman Braelyn akibat hantaman arus linier yang terlalu besar.
101.3K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as fragment of time
Read
+Library
Mr. Fragrant and Me

Mr. Fragrant and Me

Ia mengeluarkan handphonenya lalu mulai bermain game o****e selama beberapa menit sebelum akhirnya sebuah suara benda jatuh memecah konsentrasinya. Tangannya bergerak membuka kunci pintu ruangan tersebut. “Pelan – pelan dong kalau rusak–“ Mata Jevan melotot saat melihat Kala jatuh terbaring tepat di belakang pintu dan menghalangi jalan Jevan. Pupil mata lelaki itu bergetar panik. Ia berteriak memanggil Sangga– temannya, yang kebetulan berada di ujung lorong. Melihat Jevan yang berteriak panik, Sangga berlari dan bereaksi sama seperti Jevan saat melihat tubuh dan wajah Kala yang pucat pasi. “Loh kenapa nih? Lo apain?!”
102.6K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as fragment of time
Read
+Library
Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

"Paru-parumu mencoba mengikuti ritme waktu yang salah. Jika kau tidak waspada, kau akan menghembuskan napas yang seharusnya baru kau ambil besok." Elena sendiri tampak semakin tidak terikat dengan gravitasi. Jubah cahaya peraknya kini memiliki ekor panjang yang terbuat dari fragmen-fragmen memori yang berkilau. Di mata Elena, lembah ini adalah sebuah simpul yang kusut. Ia bisa melihat benang-benang emas yang mewakili garis waktu setiap atom di tempat ini. "Fragmen Waktu sedang menjerit," bisik Elena. "Ia tidak tahan berada di dalam dimensi yang statis ini. Ia merindukan perubahan, namun ia juga takut akan akhir."
651 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as fragment of time
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status