Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

LOKASI: FRAGMENTASI MEMORI - LOKASI TAK BISA DITENTUKAN STATUS WAKTU: NON-REALTIME - WAKTU RETAK, SALING TUMBUK Adrian membuka matanya dan mendapati dirinya melayang di antara potongan-potongan narasi. Kalimat-kalimat terbelah, adegan-adegan terdangkal, dan karakter-karakter alternatif berhamburan di udara seperti kaca pecah. Ia telah melangkah ke Bab 41, tempat yang bahkan Narator pun tak bisa menjangkau.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as fragment of time
Read
+Library
Dalam Dekapan Waktu

Dalam Dekapan Waktu

kebetulan saja dia merayuku dengan kata-kata 'waktu. Aku langsung memutar tubuh kembali ke arahnya dengan tatapan curiga. Herannya dia hanya berdiri di sana dengan senyuman menggembang sempurna. "Apa yang kau katakan? waktu yang lain? apa kau serius? oh! ya! kau hanya mencoba menggodaku dengan hal itu. Hahaha bodoh sekali! aku berterima kasih kau sudah menolongku tapi bukan berarti kau bisa menggodaku begitu saja," tolakku yang masih merasa tak mungkin ada yang tahu aku bisa berpindah waktu. Rahasia ini ku simpan erat karena terakhir kali aku mengatakan hal itu pada orang yang aku anggap sahabat di sekolah dasar malah menyebarkannya dan seluruh sekolah saat itu menganggap aku anak aneh dan m
102.7K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as fragment of time
Read
+Library
Kaca yang Pecah

Kaca yang Pecah

Tiba-tiba aku teringat saat pertama kali bertemu dengannya di sekolah menengah. Aku tidak sengaja merobek kertasnya. Aku pikir dia akan marah. Namun dia hanya tersenyum dan berkata itu tidak masalah. Kemudian, saat kami semakin mengenal satu sama lain, aku merasa bahwa dia adalah orang yang sangat lembut. Makanya baru ada lanjutan. Tapi sekarang, Cinta itu berbentuk segitiga dan perlahan-lahan dibulatkan oleh kenyataan.
7.3K viewsCompletedAdded to Library 176 Times as fragment of time
Read
+Library
Ketika yang paling berkuasa bersama

Ketika yang paling berkuasa bersama

Bukan pindah, tetapi dibuang. Luna tersenyum berdesis. ‘‘Mengapa waktu terasa berjalan lebih lambat?’’ apakah karena ini adalah kenyataan. ‘‘hah, Eridani dan Hadar, dua fragmen yang terlalu sempurna.’’ Sling! ‘Hah!’ Luna membulatkan matanya dengan tubuh yang membeku di atas tempat tidur saat sebuah benda berkilau hampir saja menggorok lehernya jika Luna bergerak sedikit saja.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 32 Times as fragment of time
Read
+Library
Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan

Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan

Pelatuk bergerak. Hanya setengah milimeter. Setengah dari sehelai napas. Namun di mata Asher, gerakan kecil itu memecahkan dunia. Waktu tidak melambat—waktu retak, terbelah menjadi serpihan-sepihan kemungkinan yang berdiri berjajar, menunggu satu keputusan kecil yang bisa mengubah seluruh hidupnya. Ia menutup mata.
107.3K viewsCompletedAdded to Library 183 Times as fragment of time
Read
+Library
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Aira selalu tahu bahwa ada bagian dari dirinya yang tidak pernah benar-benar kembali sejak malam ketika kota itu terpecah menjadi dua dunia. Sejak ia melihat dirinya sendiri berdiri di balik retakan waktu—sejak ia mendengar suara yang seharusnya miliknya sendiri tetapi datang dari tempat yang tidak bisa dijangkau oleh kaki manusia. Semuanya seperti gema yang terlalu jauh, tapi terlalu akrab untuk diabaikan.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 21 Times as fragment of time
Read
+Library
Aku Mati di Pernikahanku

Aku Mati di Pernikahanku

Duaaar! Menara utara runtuh total, meledak dalam keheningan yang mutlak saat dimensi di sekitarnya melipat diri ke dalam satu titik vertikal. Tubuh Braelyn dan Eryx terlempar masuk ke dalam lorong waktu yang gelap gulita, berputar gila di antara miliaran fragmen memori dari lini masa yang berbeda yang melayang seperti pecahan kaca tajam. Di tengah pusaran hampa itu, tangan Eryx mendadak terlepas dari genggaman Braelyn akibat hantaman arus linier yang terlalu besar.
10776 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as fragment of time
Read
+Library
Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

"Paru-parumu mencoba mengikuti ritme waktu yang salah. Jika kau tidak waspada, kau akan menghembuskan napas yang seharusnya baru kau ambil besok." Elena sendiri tampak semakin tidak terikat dengan gravitasi. Jubah cahaya peraknya kini memiliki ekor panjang yang terbuat dari fragmen-fragmen memori yang berkilau. Di mata Elena, lembah ini adalah sebuah simpul yang kusut. Ia bisa melihat benang-benang emas yang mewakili garis waktu setiap atom di tempat ini. "Fragmen Waktu sedang menjerit," bisik Elena. "Ia tidak tahan berada di dalam dimensi yang statis ini. Ia merindukan perubahan, namun ia juga takut akan akhir."
498 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as fragment of time
Read
+Library
Waktu adalah Maut

Waktu adalah Maut

Sebelum pergi, dokter itu menghela napas pelan dan berkata, "Sudah zaman apa sekarang, kok masih ada orang yang memakai ponsel tua begini …." Setelah dokter pergi, tatapan Adrian terpaku pada ponsel itu. Dia mengenal ponsel itu. Itu adalah ponsel yang dia berikan pada Charin saat SMA. Waktu telah meninggalkan banyak jejak di ponsel itu. Entah mengapa permukaannya lecet, retak, dan penuh bekas benturan, seolah pernah mengalami kekerasan berulang kali. Adrian terus menatap ponsel itu. Hingga matanya kering, barulah dia mengulurkan tangannya yang gemetar tak terkendali untuk meraih ponsel itu.
6.5K viewsCompletedAdded to Library 161 Times as fragment of time
Read
+Library
Puzzle Piece

Puzzle Piece

“Ya risih lah, gak enak gue. Tau gitu udah bener tadi ngajak Rena. Lo sih Jeff pake ngelarang gue.” “Ntar yang ada dia ngeliatin gue mulu Ras, gue yang risih.” “Idih bilang aja demen, udah makan bekalnya Rena peletnya masih belum kena ya Jeff?” ledek Dean. “Ciyee dibekalin sama Rena.” sambung Laras. “Apaan sih, bekal doang gak mempan sama gue.” “Biasanya pelet itu bereaksi 1x24 jam, hati-hati kamu Jeff.” sebuah suara mampu membuat ketiga yang lain terdiam karena ucapan itu keluar dari mulut yang tak biasanya bersuara.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as fragment of time
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status