Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mandul

Mandul

Tak memiliki tujuan, tak memiliki kendaraan dan tak memiliki cukup uang. "Bodoh sekali aku. Kenapa selalu menolak apa yang diberikan oleh mas Ayus? Mungkin jika aku menyimpan sedikit uang setiap bulannya, aku pasti memiliki cukup tabungan untuk mencari kos atau rumah kontrakan. Sialnya sekarang uangku cukup untuk makan beberapa hari. Eh, mengapa kepalaku pusing?"
105.1K viewsOngoingAdded to Library 179 Times as free sample mainan
Read
+Library
Wagiman

Wagiman

Sore hari sepulang kerja Agus melempar tas yang berisi baju tepat disamping aku yang sedang rebahan. “Apa ini Gus?” tanyaku kaget. “Seragam Man,” jawab Agus sembari rebahan. “Hah.. seragam apa?” tanyaku yang penasaran. “Seragam kuliah,” jawab dia dengan santai. “Kamu jadi kuliah dimana Gus?” tanyaku ke Agus. “UMM Man,” jawab Agus. UMM atau Universitas Muhammadiyah Malang adalah kampus swasta yang cukup popular di Kota Malang, dengan gedung megah dan fasilitas yang cukup bagus membuat kampus ini cukup favorit di Kota Malang.
9.29.2K viewsOngoingAdded to Library 221 Times as free sample mainan
Read
+Library
TUAN MUDA YANG MENYAMAR

TUAN MUDA YANG MENYAMAR

Paman memanyunkan bibir. “Oke, besok aku akan ke kampus sebagai Junia Andria yang cantik. Jago karate dan mengalahkan Om Rudi dan jadi pria sejati, Arjuna Bratawijaya!” ucapku mantap, sebelum pergi meninggalkan pos satpam. “Okey, Junia jangan lupa masak!” seru Paman yang suaranya terdengar menjauh.
107.2K viewsCompletedAdded to Library 231 Times as free sample mainan
Read
+Library
MAHAR 2 JUTA

MAHAR 2 JUTA

"Waalaikumussalam. Mie gacoan level 3, Wonton, Sempol, siomay, jus alpukat dan jus jeruk." "Oke siap, di antar kapan?" "Besok saja, hari ini aku mau keluar sampe malam. Bye, assalamualaikum." "Itu kenapa jawabnya makanan semua?" tanya Diajeng. "Kode tawaran di terima harus ada timbal baliknya. Begitulah Ningmu," kesal Ayman.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as free sample mainan
Read
+Library
Main Api dengan Mafia

Main Api dengan Mafia

Saat ia turun, Kenzo membuka jendela mobilnya dan menambahkan satu kalimat yang membuat jantung Nayla mencelos: “Dan jangan coba-coba main api, Nayla. Dalam kontrak ini, kita pura-pura tunangan. Tapi saya gak pernah main setengah hati dalam permainan apa pun.” Mobil melaju lagi, meninggalkan Nayla berdiri diam di bawah cahaya lampu. Nayla menatap mobil Kenzo yang makin lama makin mengecil di ujung jalan. Sorot matanya penuh amarah, bibirnya mengerucut kesal.
1.2K viewsCompletedAdded to Library 31 Times as free sample mainan
Read
+Library
MAAF

MAAF

Wanita itu tersenyum smirk, “Cari yang lain saja karena aku tidak akan meminjamkannya meski hanya kamu lihat saja.” “Ada apa ini?” Yuni membatu setelah mendengar kalimat tanya sederhana itu. Badannya terasa panas dan dingin saat bersamaan. “Ini, Yang ... anak ini masak memaksa agar aku memberikan gaun ini, padahal ini sangat spesial karena tinggal satu dan aku mau yang ini, Yang.” rengek wanita itu terdengar sangat manja.
103.5K viewsOn holdAdded to Library 126 Times as free sample mainan
Read
+Library
Dear Mantan

Dear Mantan

Reyva menghampiri Vina, membawakan segelas es Mochacino kesukaannya. "Emang masih jaman pakai undian, yang ada juga sekarang give away. Give away permasalahan hidup," sahut Vina asal. Keduanya terkekeh. "Bos gue lagi ada urusan keluarga, jadi gue seneng banget. Berasa kaya baru lepas dari belenggu setan yang menguasai jiwa ... awww!" Vina mengusap kepalanya yang baru saja dijitak Reyvan.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as free sample mainan
Read
+Library
Renjana

Renjana

Mereka tak peduli bahwa aku lari terseret-seret karena kelakuan mereka. Kami beruntung karena gerbang sekolah belum ditutup, sepertinya banyak yang terlambat, maklum harus dandan plus pakai kebaya, ribet. Kami langsung masuk ke halaman sekolah. Aku terkejut ketika melihat whiteboard yang disusun layaknya labirin, kami harus masuk melalui labirin itu menuju lapangan tempat apel pagi. Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah ketika aku melihat kertas-kertas manila yang dibagikan saat valentine ada terpampang nyata semua disitu, ada ratusan jumlahnya. Sial! Theo menipu kami, entah Theo atau dari pihak presidium, aku tidak terlalu tahu jelas. Yang terpenting sekarang adalah, aku harus menemukan ma
103.2K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as free sample mainan
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Tidak ada yang bisa di lakukannya selain menunggu dengan duduk di bawah guyuran hujan, tidak ada tempat untuknya kembali selain mansion ini maka dari itu dia harus menunggu sampai ada seseorang yang sudi membukakan pintu gerbang untuknya. Mawar memilih duduk dengan menekuk kedua lututnya dan wajahnya di tenggelamkan disana. Tak lama hujan pun reda, Mawar yang masih terjaga mendengar bunyi gesekan dari pintu gerbang. Ingin melihat, tapi kepalanya serasa di timpa oleh beban yang sangat berat, kepalanya berdenyut nyeri sehingga untuk mendongak pun susah. Tapi dia mencoba sekuat tenaga, memaksakan dirinya agar bisa mengangkat kepalanya dan dia melihat Bik Enah, seorang wanita paruh baya yang ber
106.0K viewsOngoingAdded to Library 204 Times as free sample mainan
Read
+Library
Simpanan Tampan Wanita Mapan

Simpanan Tampan Wanita Mapan

Mereka menjelajahi jalan-jalan berliku yang membelah perbukitan, menikmati pemandangan yang memukau dari Danau Jenewa yang membentang luas di bawah langit biru yang cerah. Aiden tertawa riang saat dia berlarian di antara Raka dan Lana, merasa sangat bahagia bisa bermain bersama Papa dan Mamanya di tempat yang begitu indah ini. Dia mengeksplorasi setiap sudut kota dengan mata yang penuh kegembiraan, menikmati setiap momen kebersamaan dengan kedua orangtuanya.
2.4K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as free sample mainan
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status