Kafan Hitam
Hatinya bagai digores sembilu hingga mencipta luka lebar menganga yang terasa sakit saat disentuh ingatan, terasa nyeri saat lantunan istigfar dipaksa untuk menutup dan menyembuhkan luka, berusaha memaafkan.
“Astagfirullah.” Rojali mengusap wajah, berusaha mengenyahkan pikiran tidak-tidak. Fokusnya sekarang adalah menyelamatkan Kiai dan juga menghentikan ritual Kalong Hideung.
Rojali kembali fokus pda tujuan. Mobil yang dibawanya agak melambat saat akan memasuki area perkebunan. Kendaraan itu dibuat berguncang beberapa kali akibat kondisi jalan. Di sisi lain, semakin dekat ke lokasi desa, Rojali merasa jika udara kian terasa panas. Meski jendela dari samping kanan dan kiri terbuka, tetapi ha
Hot Chapters