Kesayangan Mami
"Jadiinlah, biar besok aku bilang My Husband. Tentang rencana kita, semoga bisa menghasilkan duit banyak."
Aku terkekeh, setuju saja asal semua memang baik untuk masa depan kami. "Mas, kamu ada yang ketinggalan?"
"Ada, sebagian hatiku yang telah kamu curi." Eaaaa, pipiku menghangat. Lantas Mas Adi berlalu entah hendak mengambil apa, yang jelas hidungku tengah kembang kempis dengan detak jantung tak menentu.
Citra terbahak, seolah tak bisa menyembunyikan segala hal kelucuan. Tapi, itu 'kan bukannya bentuk keromantisan?
Hot Chapters