Acara di Rumah Ibumu (Pura-pura Tak Tahu)
"Sarah, jika kalian jadi menikah dan kamu tak bahagia, aku bersedia menerimamu lagi. Jalanilah agar suatu saat kita rujuk dan tak akan ada syarat melanggar aturan agama."
"Apa, Mas? Astaga, kamu bicara apa sih, Mas?" Tentu itu tak sepemikiran denganku. Pernikahan bukan mainan hingga sangat mudah mencari muhallil dan rujuk kembali.
"Aku berharap, lelaki yang menikah denganmu hanya seorang muhallil agar kita bisa bersatu lagi." Tanpa ragu mas Feri berucap seolah ia menekankan bahwa mas Adam hanya seorang muhallil.