Posessive Husband
Pikirannya kembali melayang pada pernikahan putranya yang terjadi begitu tiba-tiba—lahir dari kesalahpahaman dan keputusan mendadak.
Pak Abas terdiam sesaat, lalu meletakkan jarinya di dagu, seolah sedang menimbang sesuatu yang sangat serius. “Hmmm… selamanya.”
“Aamiin, semoga selamanya, ya,” ucap Bu Mirna lirih, seperti mengirim doa ke langit.
“Bagaimanapun, harus selamanya,” tambahnya, kali ini lebih tegas, seolah sedang meyakinkan dirinya sendiri.
Hot Chapters