GAIRAH MASA LAJANG
Tak ada yang dapat Dola perbuat selain menangis dan menerima semua yang telah ditetapkan Papanya itu, karena Pak Rehan memberikan pilihan yang sama-sama sulit dan menyakitkan.
Sore itu langit di kota R berawan pekat, angin yang bertiup tak mampu mengusir mendung yang telah menyatu, hujan pun turun dengan lebatnya. Di sana di sebuah ruangan tampak beberapa orang tengah menyaksikan acara ijab kabul antara Dola dan Bram, raut wajah mereka di ruangan itu begitu berseri saat acara ijab kabul itu sukses dilaksanakan, terkecuali wajah Dola dan Mamanya, seakan dipaksakan untuk tersenyum agar tak menimbulkan kecurigaan dari orang-orang yang hadir di situ.