Suamiku Berandalan Sekolah
Aku langsung tersenyum lebar.
Mengeluarkan kartu Jack dengan bangga, aku mengambil kapur itu. Mencoret Adelio membuatkan kumis sama sepertiku.
"Hahaha, Adelio kumisan," ejekku, memotret Adelio menatap malas.
Tidak habis-habisnya, sampai Adelio paling penuh dengan coretan, aku sudah tidak kuat tertawa sekian kali.
Apalagi wajah ketutup kapur semua, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Aku juga ada, namun tidak separah Adelio.