Cincin Pemikat Jodoh
Meakipun cemberut, dia akhirnya berkata, “Ya, udah. Tapi, sehari aja, loh, ya. Saya bisa tepar kalau nyambi semua kerjaan kamu.”
Adisti tersenyum lebar, lalu mengapungkan jempol kanan. “Sip! Kalau gitu,” dia menjeda sejenak saat beranjak sambil menepuk kedua paha, “good night! Habis bangun pagi, cek sarung bantalnya. Kalau ada gambar pulau atau bau iler, langsung copot, cuci, terus ganti yang baru.”
Tiba-tiba Gami beringsut menuruni ranjang. Bersimpuh di lantai dan menangkupkan kedua telapak tangan di depan dahi.
Bab Populer